Ringkasan liburan

physically i gained so much weight and i am feel so pathetic about that,,
tetapi, masakan ibu itu (SUBHANALLAH) nikmat dan membuat saya susah berhnetu ,, kemudian baju looks like lil bit tight..

di kendari,
senang ketika ketemu orang tua kk adek, sepupu2 tante dan om,,, kangen itu luar biasa,
perubahan kota kelahiran saya tersebut semakin menjadi2, alun2 kota yang tidak pernah selesai di-kerjakan (anehnya terus menerus digunakan untuk even besar,, gak enak liatnya!) malam hari kendari dingin, teringat setahun lalu emang dingin tapi tahun ini tidur udah pake sarung dan mesti ditambah lagi dengan selimut tebal.
yang bikin pening adalah orang orang sepertinya takjub ketika saya datang (dan ternyata belakangan saya sadari mereka bukan tajub tapi heran bercampur bingung).... Saya semakin mekar pemirsa,,


kesal mmg ditatap seperti demikian dan BMI ditanyakan terus menerus,,,   (dan anehnya kembali ke palembang saya merasa tambah gendut lagi, Masya ALLAH!!) tapi kan orang2 itu benar,, saya sebenarnya takut akan penyakit2 yang bakal menyerang kalo gak dicegah dari sekarang (secara ternyata berdasarkan pedigree saya ada bakat Heart Disease, DM dan Hipertensi,, Complete enuv eh!?)


Terus saya bertekad menghukum diri ini,, tahun depan kalo berat saya tidak turun sampai ----- (angka dirahasiakan cuma sahabat terdekat yang tahu target saya...) saya melarang diri saya untuk mudik,,,,,,

pokoknya harus controll bener2 kali ini, secepatnya bei scales,,,,, okeokeee,, see you in a good shape soon myself

Hamba dan rekan sepermainannya

Setidaknya di sisiku, ada  "kesal", "ragu", "malu", "cemas",
aku bersama mereka yang akan membantuku, mendorongku, ke tempat penuh ilalang tanpa angin

Setidaknya aku tidak sendiri.  ku ingin memulai perselisihan dengan "cemas", namun "ragu" selalu membisikku,
Bagaimana aku tidak kenal akrab bersama "kesal", dia selalu memberiku bingkai foto masa depanku bersama "malu"....


Waktu melantunkan lagu perceraian,
Aku ingin rujuk,
Walau aku selalu mempermainkannya, aku terlalu membutuhkannya


Salahkah jika aku ingin Sangkakala di tiup angin lembut melantunkan lagu Indah kematian, dan kiamat pada "kesal" , pada "ragu", "malu", "cemas"???

Yang Maha Kuasa atas Hamba dan seluruh Hamba, Kumohon, selalu berikan  tempat yang nyaman dalam curahan kasih sayang-Mu..


Hujan

Hujan akan memulai kisahnya


Sebagai awan, Angin bergegas meniupnya
Awan seperti mengerang hebat, meneriakkan kehadirannya, disaat dia memberitahu bumi tentang kedatangannya

ketika satu, dua ratusan titik lahir dari awan,, 
sebagai dia yang akan memulai kisahnya
Hujan,
 berterbangan , jatuh, tampias di wajah bumi
Ketika wajah bumi yang menengadah, tergelitik oleh hadirnya titik air,

Sang langit hanya tahu kehebatannya sebagai awan yang menggelegar
Dia berharap bertualang di pori-pori bumi, Menghilangkan jejaknya,  
Ketika menikmati bergurau bersama gunung, sungai, dan danau, tanpa perlu takut sang Langit mengenalinya sebagai Hujan,, 

Hujan ingin merembes sedalam-dalamnya dan menjadi bumi, walau hanya sesaat
Menjadi dirinya yang bebas dan tanpa perlu menjadi angkuh, dan berjalan di langit tinggi
Mengikuti angin yang memaksanya senyum sebagai awan

Asa-nya menjadi laut nan luas itu akan terjadi tanpa sepengetahuan langit, 
Dia menikmati kejadian ini walau sebentar ,
Sebagai dirinya, 
Sebagai Hujan, Sebagai Sungai , Danau, Laut,
Sebagai Bumi..

Hakikat mengajarkan dia untuk kembali bertegur sapa bersama sang Langit
Dia tahu ketika Pemegang hari memanggilnya
Ketika Pemegang hari memberi isyarat padanya untuk terbang lagi
Sang Pemegang hari, Sang Matahari bergolak seperti murka akan cintanya Hujan kepada Bumi


Hujan,
Sebagai laut ia merasa risih, ketika Sang Pemegang Hari mengajak setengah menghardik untuk bergegas pergi

Sadar akan hakikatnya, dia kembali, Laut evaporasi, Sang Hujan menjadi Kumpulan Uap-uap kecil yang enggan mengisyaratkan Selamat Tinggal kepada Bumi, Sungai, Danau, dan Laut

Bukan sekedar hakikatnya yang membuatnya akan menemui mereka lagi
rasa sayang, keinginan, ego, dan candu itu akan datang lagi 

Hujan, 
Sebagai awan, terus menunggu di  sisi singgasana Sang Langit, 
akan kemudian kembali mengendap-endap untuk turun lagi,, 
untuk memperjuangkan cinta dan ego-nya!






12.28 ,, sat 26052012
(when 12th block's exam approaches, my soul caught me in the melancholic way, and my lovely brain ask me to become an artist)

maafkan apabila hancur!